![]() |
| (sumber: e-kampung121m.wordpress.com) |
Tulisan ini bukan ide asli saya sendiri. Saya terinspirasi dengan tulisan sahabat sekaligus guru saya di bidang penulisan, Sukron Abdilah, pendiri situs komunitas Jejaringku.com. Akhir tahun lalu, Sukron menulis artikel "Semuanya Serba e-" yang dimuat di media massa. Nah, saya tertarik membahas artikel tersebut dan berbagi informasi dengan kawan blogger semuanya.
Di era serba digital seperti saat ini, kehadiran internet--mau tidak mau, suka tidak suka--sangat membantu kebutuhan manusia. Banyak hal berubah menjadi mudah, manakala bersentuhan dengan internet. Tentu, segala hajat manusia ini terdiri atas berbagai bidang, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, politik, hingga kehidupan sehari-hari. Dari segi bahasa, era digital telah melahirkan "demam" huruf "e-" yang melekat pada semua produk yang sudah tersentuh internet. Jadi, di dalam berbagai bidang, kita akan menjumpai banyak "e-" yang melekat pada hal tertentu baik berupa barang (benda) atau jasa.
Di bidang perbankan, kita mengenal istilah e-banking yang tentu akan memudahkan transaksi. Kalau biasanya transfer dilakukan dengan cara mengantre di bank, bayar listrik selalu berdesakan, dengan e-banking, kita bisa melakukan semua tersebut cukup di rumah, di atas kasur, sambil nonton teve, atau sekalian sambil selimutan :) Yang belum saya temukan hanya transaksi pengambilan uang tunai via e-banking. Mungkinkah nanti ada, ya? #berpikir
![]() |
| (sumber: www.chinasmack.com) |
Di bidang perdagangan juga, kita sudah mengenal e-payment, yaitu pembayaran secara daring (online). Dengan demikian, kita tidak direpotkan jika hendak membeli suatu produk, apalagi dari luar negeri. Misalnya membeli buku di Amazon. Cukup memilih beragam jenis buku di keranjang belanja, lalu transaksi pembayaran dapat dilakukan dengan kartu kredit atau menggunakan Paypal. Bisnis di dunia maya sendiri biasa disebut e-business atau e-commerce.
Seperti tak mau kalah, di dunia pendidikan, kini kita mengenal istilah e-learning, yaitu proses pendidikan dengan melibatkan perangkat elektronik dan akses internet. Bahkan, proses belajar-mengajar tidak selalu harus bertatap muka, dibatasi sekat-sekat konvensional. Selain itu, media pembelajarannya pun tidak selalu menggunakan buku-buku cetak. Kini, sudah dikenal istilah e-book, buku digital yang dapat diunduh dengan leluasa. Tentu, kita tidak memerlukan lemari atau rak buku besar untuk menyimpannya. E-book juga dapat meminimalisasi penggunaan kertas yang secara tidak langsung menekan angka penebangan pohon. Isu ini yang menarik aktivis lingkungan.
![]() |
| Seorang petugas merekam retina mata seorang warga dengan alat khusus. Ini adalah prosedur pembuatan e-KTP (Sumber: www.antaranews.com) |
Di bidang sosial, tentu saat ini, kita sedang gencar-gencarnya membuat KTP digital yang biasa disebut e-KTP. Konon, e-KTP dinilai lebih canggih, karena mampu merekam identitas kepemilikan si pemegang kartu tanpa mungkin bisa digandakan.
Tentu masih banyak barang dan jasa yang kini sudah dilekati huruf "e-". Surat konvensional yang biasanya memerlukan kertas, amplop, dan prangko, kini menjelma menjadi e-mail. Media massa (koran, tabloid, dan majalah), di samping menerbitkan edisi cetak, tetap menyuguhkan versi digitalnya dengan e-paper. Masuk jalan tol, sekarang sudah bisa pakai e-Toll Card. Saat ini, Bank Indonesia juga sedang merancang e-money sebagai pengganti karcis Kereta Api Listrik. Partai politik juga memanfaatkan internet sebagai media kampanye, yang biasa disebut e-campaign.
Itulah sederet barang dan jasa yang dilekati huruf "e-". Tentu kita semua pun sudah tertulari demam ini karena yang berbau "e-" cenderung lebih memberikan kemudahan. Saya jadi berpikir, kira-kira istilah apa lagi yang akan muncul dengan dilekati huruf "e-" ini, ya? Apakah nanti akan ada e-wedding untuk pernikahan via internet? Atau jangan-jangan akan ada pasangan digital berupa e-wife atau e-husband? Wiii, tentu mengerikan ...
Silakan e-sahabat semua berkomentar, pernahkah menemukan istilah yang dilekati "e-" lainnya?











